PUISI PERPISAHAN ANGKATAN IV

Hiasan kasih nan tersemai semburai
Hiasan malam yang tak terceritakan
Bagaikan majas yang kaya akan makna
Hadir memanja tak terkira akan cinta

Satu persatu kasih menjauh
Meretakkan jalinan ukhuwah yang mengeluh
Mengalahkan angin penciptaan samudra
Karena sahabat adalah do’a

Belaian jari jemari kakak tercinta
Pelukan erat ustadzah tersayang
Sapaan hangat sang dinda kecil kebanggaan
Nian jauuuuuuh dipelupuk mata
Nian rinduuu karena hendak tak bertemu
Bersedihhhhhh
Karena kita kan terpisah

Sahabat.........
Simpul senyummu kan terbayang dalam kalbu
Menjadi lentera dikala kegelapan
Menjadi kekuatan tatkala ketakutan
Menjadi penghibur dikala kesedihan

Guruku.......
Wajahmu kan kuukir dalam perjuanganku
Nasihatmu kan ku jadikan rahasia dalam kesuksesanku
Satu persatu pelajaranmu kan kujadikan tangga menuju hari indahku
Karena kau.......
Rahasia kedewasaanku

Mana mungkin kami tak membutuhkanmu
Mana mungkin kami tak menyayangimu
mana mungkin kami tak bangga kepadamu
sedang kami selalu bersamamu
sedang kau selalu kami cari
dalam ketiadaanmu disisi kami

rasanya kami penuh dosa
rasanya kami tak ada gunanya
rasanya kami tak bermakna apa-apa
namun kehadiranmu, menjadikan kami yang hidup penuh cahaya

Adikku.....
Tersenyumlah kau disana
Berbahagialah kau menanti
Kami pergi yang akan kembali
Kami pergi tuk jadi manusia sejati

Adikku.....
Kami kan ingat slalu canda tawamu
kami kan ingat slalu sifat manjamu
namun mungkin apa yang kau inginkan
apa yang kau harapkan
apa yang kami berikan
tak seindah apa yang kau bayangkan
kami yang hanya mampu buat kau menangis
kami yang hanya mampu buat kau bersedih
kami yang hanya mampu berharap
agar kau menjadi lebih baik

.....................................................(Belum Selesai)

0 komentar:

Posting Komentar

Cinta Dalam Diamku

Untuk cintaku
" semoga kita dipertemukan dalam ikatan suci nan indah "



Dan aku belum siap melangkah lebih jauh denganmu,
maka aku mencintaimu dalam diam
kerena diamku adalah salah satu bukti cintaku padamu
ku ingin memuliakanmu, dengan tidak mengajakmu menjalin hubungan yang terlarang

ku tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatimu


karena diamku memuliakan kesucian diri dan hatimu
karena kamu orang yang ku cintai mungkin saja adalah juga orang yang telah Tuhan pilihkan untukku

karena dalam diamku tersimpan kekuatan
kekuatan harapan
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata
hingga cintaku yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata
bukankah Allah tak akan memutuskan harapan hamba yang berharap padanya?

Dan jika memang “cinta dalam diamku” itu
tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata
biarkan aku tetap diam

jika dia memang bukan milikku,
Allah melalui waktu
pasti akan menghapus “cinta dalam diamku” itu
dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat

dan aku membiarkan “cinta dalam diamku”
menjadi memori tersendiri
dan sudut hatiku menjadi rahasiaku
dengan SANG PEMILIK hatiku.

0 komentar:

Posting Komentar

ibu, tahukah?

Ibu, tahukah bahwa aku sangat menghormatimu.
Kalau ada yang bertanya tentang siapa orang yang paling berharga.
Maka akan aku jawab, ibu.
Ibu, tahukah bahwa dirimu begitu berharga bagiku.
Kalau ada yang bertanya tentang siapa orang yang paling berharga.
Maka akan aku jawab, ibu.
Ibu, tahukah bahwa kau begitu berarti dalam hidupku.
Dan kalau ada yang bertanya tentang siapa orang yang paling berarti.
Maka akan aku jawab, ibu.
Ahhh,,, begitu banyak yang engkau tak ketahui dari diriku tentang diriku.
Padahal aku ingin kau tahu semua itu.

0 komentar:

Posting Komentar

apa alasan kamu untuk pacran??

“aku sih pacaran itu untuk mengenal dia lebih jauh”
Ah, kata itu yang sering aku dengar ketika satu demi satu kawan -  kawanku aku interview.
Padahal yang aku rasakan dari pacaran itu hanya satu ‘ingin tampak sempurna di depan si dia’, banyak banget yang aku fermak. Mirip celana jeans. Yah memang mirip. Aku merasa sangat takut banget kalau sisi negatif ku kelihatan sama dia, dan aku lebih menonjolkan sisi positif nya. Bahkan aku lebih sering membicarkan sisi positif ku dibanding sisi negatifku . Begitu juga dengan pacarku. Sebelas dua belas. Tak jauh beda!
Padahal, kalau mau  mengenal pasangan kita lebih baik bertanyalah kepada teman dekatnya, Gurunya, atau boleh juga ke ortunya. Percaya atau tidak,Ini lebih manjur!

Atau ada juga yang mengatakan “aku takut menyesal nanti ketika  masa pernikahan”
Kalau di fikir – fikir apa lagi yang akan disesalkan ketika pernikahan nanti?
Kebanyakan dari teman ku mengatakan, “ aku takut dia punya kebiasaan yang bertolak belakang dengan ku” padahal, bukannaya adanya pernikahan itu untuk di jadikan ajang pelengkap, apa yang tak ada dari kita, maka akan ada dalam diri pasangan kita, apa yang tak kita miliki akan ada pada diri pasangan kita. Inilah yang akan menjadi perekat pada setiap episode pernikahan kita. Perbedaan menjadi penghias setiap mozaik pernikahan kita. Bisa kita baynagkan kalau di dunia ada dua bulan dan tak ada matahari, atau di dunia ini ada dua matahari dan bulan tak ada. Atau di dunia ini hanya ada siang saja, dan malam tak ada. begitu juga sebaliknya, Kalau di dunia ini hanya ada malam saja. Apa yang akan terjadi? Inilah yang menjadi jawaban atas pertanyaann kita tadi. Kalau seandainya ada kesamaan antara kita dan pasangan kita, maka tak akan ada pergantian siang dan malam, tak akan ada indahnya mentari ketika terbanam, tak akan ada indahnya bulan ketika purnama, kenapa? Karena setiap individu memiliki kesamaan. Maka berbahagialah suami istri yang memiliki perbedaan dan saling melengakpi satu sama lainnya.

Bahkan ada yang lebih parah lagi “aku mau menjaga hijabnya mulai dari sekarang” aneh banget kan?
Kalau di fikir – fikir apa yang akan kita jaga, bukankah sebaik – baiknya? penjaga hanyalah Allah semata. Justru dengan pacaran kita bukan menjaganya, namun sebaliknya. Kita malah merusaknya, baik hati atau pun anggota badanya. Karena tak bisa dipungkiri, manakala hati telah terpaut oleh pacar kita, gejolak cinta kita pada Allah berpotensi untuk memudar. Kerena apa??
Tak ada pacaran yang islami, tak ada pacaran yang memberikan pahala. Bukankah cara untuk mendekatkan diri padanya hanya dengan beribadah, terus apa sisi ibadah dari pacaran??
Temanku pernah berjata dengan bangganya “cewek aku yang sekaarang begitu solehah banget deh, tiap pagi dia selalu ingetin aku untuk solat di 1/3 malam. Kalau udah masuk waktunya solat dia sering ingetin, aduh solehahnya dirimu”
Aku jadi teringat tausiah guruku kemarin “syaitan itu pintar meraya, dengan apapun mereka akan terus menggoda kita, dan yang harus kita waspadai adalah menipu dengan kebaikan. Contohnya seperi di atas, mengjak kebaikan tapi orientasi nya bukan kepada-Nya. Tapi hanya untuk menarik simpati pasangan kita.

Apa alasan kamu pacaran?????

0 komentar:

Posting Komentar