apa alasan kamu untuk pacran??

“aku sih pacaran itu untuk mengenal dia lebih jauh”
Ah, kata itu yang sering aku dengar ketika satu demi satu kawan -  kawanku aku interview.
Padahal yang aku rasakan dari pacaran itu hanya satu ‘ingin tampak sempurna di depan si dia’, banyak banget yang aku fermak. Mirip celana jeans. Yah memang mirip. Aku merasa sangat takut banget kalau sisi negatif ku kelihatan sama dia, dan aku lebih menonjolkan sisi positif nya. Bahkan aku lebih sering membicarkan sisi positif ku dibanding sisi negatifku . Begitu juga dengan pacarku. Sebelas dua belas. Tak jauh beda!
Padahal, kalau mau  mengenal pasangan kita lebih baik bertanyalah kepada teman dekatnya, Gurunya, atau boleh juga ke ortunya. Percaya atau tidak,Ini lebih manjur!

Atau ada juga yang mengatakan “aku takut menyesal nanti ketika  masa pernikahan”
Kalau di fikir – fikir apa lagi yang akan disesalkan ketika pernikahan nanti?
Kebanyakan dari teman ku mengatakan, “ aku takut dia punya kebiasaan yang bertolak belakang dengan ku” padahal, bukannaya adanya pernikahan itu untuk di jadikan ajang pelengkap, apa yang tak ada dari kita, maka akan ada dalam diri pasangan kita, apa yang tak kita miliki akan ada pada diri pasangan kita. Inilah yang akan menjadi perekat pada setiap episode pernikahan kita. Perbedaan menjadi penghias setiap mozaik pernikahan kita. Bisa kita baynagkan kalau di dunia ada dua bulan dan tak ada matahari, atau di dunia ini ada dua matahari dan bulan tak ada. Atau di dunia ini hanya ada siang saja, dan malam tak ada. begitu juga sebaliknya, Kalau di dunia ini hanya ada malam saja. Apa yang akan terjadi? Inilah yang menjadi jawaban atas pertanyaann kita tadi. Kalau seandainya ada kesamaan antara kita dan pasangan kita, maka tak akan ada pergantian siang dan malam, tak akan ada indahnya mentari ketika terbanam, tak akan ada indahnya bulan ketika purnama, kenapa? Karena setiap individu memiliki kesamaan. Maka berbahagialah suami istri yang memiliki perbedaan dan saling melengakpi satu sama lainnya.

Bahkan ada yang lebih parah lagi “aku mau menjaga hijabnya mulai dari sekarang” aneh banget kan?
Kalau di fikir – fikir apa yang akan kita jaga, bukankah sebaik – baiknya? penjaga hanyalah Allah semata. Justru dengan pacaran kita bukan menjaganya, namun sebaliknya. Kita malah merusaknya, baik hati atau pun anggota badanya. Karena tak bisa dipungkiri, manakala hati telah terpaut oleh pacar kita, gejolak cinta kita pada Allah berpotensi untuk memudar. Kerena apa??
Tak ada pacaran yang islami, tak ada pacaran yang memberikan pahala. Bukankah cara untuk mendekatkan diri padanya hanya dengan beribadah, terus apa sisi ibadah dari pacaran??
Temanku pernah berjata dengan bangganya “cewek aku yang sekaarang begitu solehah banget deh, tiap pagi dia selalu ingetin aku untuk solat di 1/3 malam. Kalau udah masuk waktunya solat dia sering ingetin, aduh solehahnya dirimu”
Aku jadi teringat tausiah guruku kemarin “syaitan itu pintar meraya, dengan apapun mereka akan terus menggoda kita, dan yang harus kita waspadai adalah menipu dengan kebaikan. Contohnya seperi di atas, mengjak kebaikan tapi orientasi nya bukan kepada-Nya. Tapi hanya untuk menarik simpati pasangan kita.

Apa alasan kamu pacaran?????

0 komentar:

Posting Komentar